Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika meminta para kader partainya untuk mengekang syahwat politiknya sehingga tak memperkeruh suasana di internal partai.
"Kalau penurunan survei dijadikan alasan mestinya dijawab dengan kerja keras bersama-sama untuk menaikkan survei. Bukan malah sengaja berdiam diri kemudian ketika benar-benar turun lalu membuat alasan atas nama penyelamatan partai dengan meminta ketua umum mundur," kata Pasek di Jakarta, Jumat (27/1).
Bila ada pergantian Ketua Umum Partai Demokrat saat ini, maka itu harus dilakukan melalui kongres. Tidak bisa begitu saja diganti. "Jadi kalau SBY atau Anas diganti, ya caranya dengan kongres. Kalau pengurus seperti saya bisa diganti di luar kongres," kata Pasek.
Menurut dia, hingga kini hasil Kongres II PD di Bandung, pada 2010 silam telah menetapkan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. "Yang lainnya itu adalah hasil dari pascakongres, termasuk saya di DPP PD," ungkap Pasek.
Terkait pernyataan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman tentang adanya skenario yang sudah disiapkan Dewan Pembina dan DPP PD bila Anas jadi tersangka, Pasek menyatakan apa yang disampaikan oleh Hayono merupakan pernyataan pribadi dan tidak mewakili partai. "Itu sah-sah saja dalam demokrasi, ada ide maupun gagasan. Namun yang paling penting koridornya adalah AD/ART," ujar politisi asal Bali itu.
Namun demikian, ia meminta kepada semua kader PD untuk tetap menjaga soliditas partai. "Dalam posisi seperti sekarang sangat tidak elok memperkeruh internal PD dengan saran-saran yang mengundang kontroversi. Pesan SBY sudah jelas, kongres sudah selesai sehingga urusan ketua umum sudah final dan sekarang adalah saatnya bekerja," pinta Pasek.
Redaktur : Oki Baren (oki@gresnews.com)