Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyatakan rapat paripurna membahas pengunduran diri Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto masih menunggu pendapat Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
Apalagi, rapat paripurna yang dijadwalkan, Rabu (25/1) kembali batal lantaran aksi boikot yang dilakukan anggota Fraksi Partai Demokrat sehingga tidak mencapai kuorum.
"Masih beda tafsir antara kuorum dan tidak. Supaya DPRD DKI tidak salah mengambil langkah, hingga kini dewan masih terus berkoordinasi dengan Kemdagri," ujar Lulung Lunggana, Wakil Ketua DPRD DKI, Jumat (27/1).
Untuk itu, sebelum menentukan jadwal rapat paripurna selanjutnya, tentu dewan akan menunggu saran dari Kemdagri. "Jangan sampai apa yang kita sampaikan justru menjadi masalah politik. Ada kekhawatiran, akan ada yang mengambil keuntungan dari masalah ini seperti konspirasi politik," kata politisi asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), seperti dikutip laman beritajakarta.com.
Secara pribadi, Lulung meminta Prijanto agar kembali bertugas sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Meski demikian, ia juga berharap, agar anggota Fraksi Partai Demokrat bisa hadir dalam rapat paripurna selanjutnya.
"Jika tidak setuju tentunya dapat disampaikan melalui rapat paripurna dan itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan dewan untuk mengambil keputusan," ujar Lulung.
Redaktur : Oki Baren (oki@gresnews.com)